Kamis, 03 April 2008

EditoR begiNs---

si 1309 @_@

Jadi editor itu ga gampang. Mending jadi orator atau ahli retorika deh hehe! Secara saya anak komunikasi yang biasa ngomong, harus ngedit dan melototin teks. Waduh! pusyiiing. Bahasa lisan dan tulisan kan berbeda sekalii..Feeling itu yang saya dapetin saat harus mengedit. Kalau lobi-lobi dan dealing ke penulis si Insya Allah bisalah. Makanya saya buka kisah saya dengan judul editor begins. Selayaknya si Batman memulai tugasnya sebagai "hero", seperti itu juga saya memulai jadi editor.

Nggak kaya cerita muti yang deg-degan dan telaten banget garap buku pertamanya, saya sangat dan amat nyantai. Waktu itu pikiran saya cuma lakukan yang terbaik, tanya sana-sini, belajar otodidak, dan pede. Hasilnya?? seperti semua tahu, nggak sukses! hehe! Ternyata teori saya ga cukup sakti buat diterapin dalam dunia per-editingan. Ternyata jadi editor ga bisa instan. Kalau cuma tanya-tanya tanpa belajar langsung lewat buku panduan editing, hasilnya ga maksimal.

Mungkin tabiat saya dipengaruhi dengan karakter anak komunikasi yang lebih suka talk-communicate daripada write-communicate (well, ini pemikiran saya aja sih...saya yakin ga semua anak komunikasi begitu). Ternyata hampir 70% pekerjaan editing ga bisa hanya mengandalkan communication skill, tapi lebih ke writting skill (ya iyyalah..amatir juga tau, Tri =P).

Tapi saya terus belajar..bahkan sampai sekarang. Karena saya percaya se-expert apapun kita, kalau kita berhenti belajar lama-lama pudar juga kemampuan itu. Makanya, kalau proses saya lil' by lil' saya anggap sebuah kewajaran yang semua orang pernah mengalaminya. Hikmahnya, saya jadi aware sama zona lain dan menghargai sebuah tulisan walau seburuk apapun. Karena saya juga nyadarin tulisan-tulisan pribadi saya yang saya tulis dari zaman SMA sampai sekarang jauh dari kata layak publish..dan untungnya ga dipublish juga siy..hehe!

Jadi, jangan patah arang buat selalu belajar yaa..

regards,

Tidak ada komentar: